Tantangan:
Pabrik tersebut perlu meningkatkan saturasi MgO slag untuk melindungi refraktori ladle dan memperbaiki kecairan slag, tetapi penggunaan flux kapur saja yang tidak konsisten menghasilkan basicity yang bervariasi dan keausan refraktori yang mempersingkat campaign.
Solusi:
Kami memasok dolomite dolime yang dicampur dengan kapur untuk mencapai basicity slag dan level MgO yang terkontrol, dengan dokumentasi pada setiap lot dan jadwal pengiriman yang stabil yang diselaraskan dengan praktik ladle.
Hasil:
Perilaku slag menjadi lebih konsisten, erosi refraktori di crown ladle melambat, dan pabrik memperpanjang panjang campaign-nya sambil menjaga basicity tetap pada target.
Sebuah pabrik flat-rolling yang menjalankan praktik ladle kontinu menemukan bahwa penggunaan flux kapur saja memberikan basicity slag yang tidak konsisten, dan slag yang kurang jenuh (under-saturated) yang dihasilkan mengikis refraktori magnesia di crown ladle. Panjang campaign memendek dan pabrik menginginkan slag yang lebih stabil dan jenuh MgO tanpa kehilangan kendali atas basicity.
Kami memasok dolomite dolime — flux yang mengandung magnesium — untuk dicampur dengan kapur agar slag dapat dibawa ke level saturasi MgO yang terkontrol bersama target basicity. Setiap lot dikirim dengan dokumentasi, dan pengiriman dijadwalkan untuk mencocokkan praktik ladle pabrik sehingga campuran selalu tersedia. Sejumlah kecil fluorspar digunakan di tempat pabrik ingin menyetel kecairan slag tanpa menaikkan basicity secara berlebihan.
Pabrik melaporkan bahwa perilaku slag menjadi jauh lebih konsisten dari satu panasan ke panasan berikutnya, dan erosi refraktori di crown melambat saat slag bergerak menuju saturasi. Basicity tetap pada target, dan kombinasi slag yang stabil serta keausan refraktori yang berkurang memungkinkan pabrik memperpanjang panjang campaign-nya — penghematan langsung pada penggunaan flux maupun penggantian refraktori.